Minggu, 07 September 2008

SILSILAH PARA BUPATI SUKAPURA DARI DINASTI WIRADADAHA DAN KETURUNANNYA


1. Raden Ngabehi Wirawangsa, bergelar Raden Tumenggung Wiradadaha I, dipanggil Dalem Pasir Beganjing, berkedudukan di Leuwiloa, Sukaraja (!641 – 1674)


2. Raden Djajamanggala, bergelar Raden Tumenggung Wiradadaha II, dipanggil Dalem Tamela, berkedudukan di Leuwiloa, Sukaraja (1674)


3. Raden Anggadipa I, bergelar Raden Tumenggung Wiradadaha III, dipanggil dalem Sawidak, berkedudukan di Leuwiloa, Sukaraja (1674 – 1723)


4. Raden Subamanggala, bergelar Raden Tumenggung Wiradadaha IV, dipanggil Dalem Pamjahan, berkedudukan di Leuwiloa, Sukaraja (1723 – 1745)


5. Raden Secapati, bergelar Raden Tumenggung Wiradadaha V, dipanggil Dalem Srilangka, berkedudukan di Leuwiloa, Sukaraja, (1745 – 1747)


6. Raden Jaya Anggadireja, bergelar Raden Tumenggung Wiradadaha VI, dipanggil Dalem Siwarak (1747 – 1765), berkedudukan di Leuwiloa, Sukaraja.


7. Raden Djajamanggala II, bergelar Raden Tumenggung Wiradadaha VII, dipanggil Dalem Pasirtando (1765 – 1807), berkedudukan di Empang, Sukaraja.


8. Raden Anggadipa II, bergelar Raden Tumenggung Wiradadaha VIII, dipanggil Dalem Sepuh (1807 – 1837), berkedudukan di Manonjaya.


9. Raden Tumenggung Danudiningrat (1837 – 1844), berkedudukan di Manonjaya


10. Raden Tumenggung Wiratanubaya, dipanggil Dalem Sumeren (1844 – 1855), berkedudukan di Manonjaya.


11. Raden Tumenggung Wiraadegdana, dipanggil Dalem Bogor (1855 – 1875), berkedudukan di Manonjaya.


12. Raden Tumenggung Wirahadiningrat, dipanggil Dalem Bintang (1875 – 1901), berkedudukan di Manonjaya.


13. Raden Tumenggung Prawirahadiningrat (1901 – 1908) berkedudukan di Tasikmalaya.


14. Raden Tumenggung Wiratanuningrat (1908 – 1937), berkedudukan di Tasikmalaya. Di masa pemerintahan ini, tepatnya 1 Januari 1913 Kabupaten Sukapura diganti nama menjadi Kabupaten Tasikmalaya.













TERAH SUKAPURA SAMPAI KEPADA
ENJEK ABDURRAZAK (SUMINTAWINATA)
BESERTA ANAK CUCU DAN BUYUTNYA



1. Sayyidina Ali bin Abi Tholib
(menikah dengan putri Nabi Muhammad saw., yaitu Sayyidah Fatimah Az-Zahra)

2. Sayyidus Syuhada Imam Husayn (cucu Nabi Muhammad saw.)

3. Imam Faqih Muqaddam ( abad 12 – 13 M )
(Keturunan cucu Nabi Muhammad saw., yaitu dari Imam Husayn)

4. Syekh Yusuf Al- Mukhrawi (wafat di Parsi)

5. Syekh Abdullah Wahab ( wafat di Makkah )

6. Syekh Muhammad Akbar Al Ansari
( wafat di Madinah )

7. Syekh Abdul Muhyi Al Khoyri
( wafat di Palestina )

8. Syekh Muhammad Al Alsiy
( wafat di Parsi )

9. Syekh Abdul Kholiq Al Idrus
( datang ke Jepara, Jawa, awal tahun1400 M,
menikah dengan putri mubaligh Gujarat,
yaitu Syekh Muhammad Akbar )

10. Raden Muhammad Yunus
( Wong Agung Jepara )

11. Raden Abdul Qodir ( Dipati Unus)
( menjadi Sultan ke II Demak )

12. Raden Abdullah
( menikah dengan putri ke III Maulana Hasanuddin – Banten, bernama Fatimah )

13. Raden Aryawangsa, menikah dengan putri istana Pakuan,
bergelar Sultan Muhammad Wangsa

14. Raden Suryadiningrat (th 1580 M), nama aslinya Adipati Suryawangsa, menikah dengan salah seorang putri Panembahan Senopati (Mataram), berputra Raden Ngabehi Wirawangsa.

15. Raden Ngabehi Wirawangsa, bergelar Raden Tumenggung Wiradadaha I,
disebut Dalem Pasir Beganjing, berkedudukan di Leuwiloa (1641 – 1674). Menjadi kepala daerah Sukapura beribukota di Sukakerta. Resmi diangkat bupati menjadi bupati Sukapura bergelar Wiradadaha I, yang menjadi cikal bakal dinasti Wiradadaha di Sukapura (Tasikmalaya)
Raden Tumenggung Wiradadaha diberi gelar oleh Sultan Agung (Mataram), yaitu Raden Ngabehi Wirawangsa, bupati Sukapura pertama, karena berjasa menumpas pemberontakan Dipati Ukur th. 1632 M.

16. Raden Jayamanggala (gelar Tumenggung Wiradadaha II mendapat sebutan Dalem Tamela). Berkedudukan di Leuwiloa – Sukaraja (1674).
Karena ada masalah dengan adiknya, yang menginginkan kekuasaan, maka Wiradadaha II difitnah dan dilaporkan ke Sultan Agung – Mataram, Wiradadaha II dihukum mati, jenazahnya dari Jawa dikirim ke Pasundan dimasukkan ke dalam peti (tamela), maka beliau disebut Dalem Tamela.
Keturunan Dalem Tamela takut oleh pamannya, Anggadipa, yang bergelar Dalem Sawidak ( disebut Dalem Sawidak karena beliau berputra 63 orang, dari beberapa istri. sawidak = 60), Dalem Sawidak berniat untuk menumpas mereka, karena beliau khawatir kalau-kalau mereka merebut kekuasaannya. Mereka lari bersembunyi ke daerah Karawang, tapi sekarang keturunan Dalem Tamela tidak mempermasalahkan lagi, mungkin itu atas jalannya sejarah, persaudaraan harus tetap dijaga, berjalan dengan baik.
Adapun putra beserta cucu Dalem Tamela (Tumenggung Wiradadaha II) yang bersembunyi di Karawang adalah :

Putranya : 1. Raden Indramanggala
2.Raden Ngabehi Indrajaya
3.Raden Singanata (Embah Guru Cibiuk)

.Cucunya : 1 Raden Indraputra (Embah Jayudin)
2.Raden Kidang Manggala
3.Raden Wiraningrat (Ki Sayan)
Mereka menyamar mengganti nama kebangsawanannya dengan nama-nama orang kebanyakan, karena takut dikejar pamannya
Dari Raden Wiraningrat (Ki Sayan) dengan istrinya Ratna Inten (Jainten) berputra :
1.Raden Somanata (Sayan)
2.Raden Gentur Pawestri (Gentur)
3.Raden Karna Sembada (Karsem)

Keturunannya dari Raden Somanata (Sayan),

Putra – putri Masna Mulyana adalah :

I. Galih Biantara Wiraningrat menikah dengan Gina Ragardenia; berputra :
1. Gagah Merudanda Wiraningrat
2. Galuh Lintang Kencana Wiraningrat

II. Lirih Laraswulan Wiraningrat menikah dengan Moch. Taufik Megantara, berputra :
1. Puti Ayu Rengganis Wiraningrat
2. Intan Ayu Pawestri Wiraningrat
3. Gema Mahendra Wiraningrat
4. Gandang Samudra Wiraningrat

III.Gilang Handaka Wiraningrat, menikah dengan Kiki Rejeki Mariam Risnawati berputra :
1. Rangga Pradipta Wiraningrat
2. Difa Dwipangga Wiraningrat

IV. Giri Pamungkas Wiraningrat menikah dengan Dian Ventri Ambarwati; berputra :
1. Safira Ayundara Wiraningrat
2. Bagas Maheswara Wiraningrat

Pusaka Sukapura yang dibawa oleh keturunan Dalem Tamela, berupa 3 buah golok yang berbentuk sama. Yang besar lebarnya disebut 3 jari (tilu ramo),
Yang sedang lebarnya disebut 2 jari (dua ramo), Yang kecil lebarnya 1 jari (hiji ramo).
Yang disebut 1 jari, lebarnya sesungguhnya lebih dari 2 jari.
Yang 3 jari ada di Rd. Suhud (alm) mantan Pj. Bupati Karawang.
Yang 2 jari ada pada Drs. Arifin.
Yang 1 jari ada pada KH. Yoyo Sunaryo Setiamulyana.
Yang lainnya, seperti : Payung Bawat, Sempono Kinjeng, masih berada di Musium Sukapura.

17. Raden Anggadipa I, bergelar Raden Tumenggung Wiradadaha III, disebut Dalem Sawidak, berkedudukan di Leuwiloa, Sukaraja (1674 – 1723 )

18. Raden Subamanggala, bergelar Rd. Tumenggng Wiradadaha IV, dipanggil Dalem Pamijahan, berkedudukan di Leuwiloa, Sukaraja (1723 – 1745 )

19. Raden Secapati (Raden Tumenggung Wiradadaha V), disebut Dalem Srilangka, berkedudukan di Leuwiloa, Sukaraja (174 – 1747 )

20. Raden Jaya Anggadireja (Raden Tumenggung Wiradadaha VI), disebut Dalem Siwarak (1747 – 1765 ), berkedudukan di Leuwiloa - Sukaraja

21. Raden Jayamanggala II (Rd. Tumenggung Wiradadaha VII), disebut Dalem Pasirtando (1765 – 1807 ), berkedudukan di Empang, Sukaraja

22. Raden Anggadipa II (Rd. Tumenggung Wiradadaha VIII), disebut Dalem Sepuh (1807 – 1837 ), berkedudukan di Manonjaya

23. Raden Tumenggung Danudiningrat (1837 – 1844 ), berkedudukan di Manonjaya

24. Raden Tumenggung Wiratanubaya, disebut Dalem Sumeren ( 1844 – 1855 ), berkedudukan di Manonjaya

25. Raden Tumenggung Wiraadegdana, disebut Dalem Bogor ( 1855 – 1875 ), berkedudukan di Manonjaya

26. Raden Tumenggung Wirahadiningrat, disebut Dalem Bintang ( 1875 – 1901 ), berkedudukan di Tasikmalaya.

27. Raden Tumenggung Prawirahadiningrat (1901 – 1908 ), berkedudukan di Tasikmalaya

28. Raden Tumenggung Wiratanuningrat (1908 – 1937 ), berkedudukan di Tasikmalaya. (Pada masa pemerintahan ini, tanggal 1 Januari 1913, kabupaten Sukapura diganti nama menjadi kabupaten Tasikmalaya).

- Gelar resmi Bupati Dinasti Wiradadaha dan keturunannya menggunakan kata “NINGRAT”

- Gelar resmi Bupati Sumedang menggunakan kata
“DINATA” atau “DILAGA”

- Gelar resmi Bupati Banten menggunakan nama “WANGSA”

- Keturunan Mataram mengunakan gelar “NGABEHI”

- Gelar Wiradadaha untuk Dalem Sukapura mencapai yang ke VIII
- Eyang Wiraha bukan ayah Rd. Ngabehi Wirawangsa, tetapi mertuanya, atau mungkin ayah angkatnya.

Keterangan :

- Hal ini terjadi suatu percampuran darah (pernikahan), yaitu dari ulama-ulama tasawuf yang berasal dari Arab, Persia, Gujarat, Prabu Brawijaya Pamungkas (Raja Majapahit terakhir), Demak, Sukapura, Sumedang, Cirebon dan Banten.

- Muhammad Yunus menikah dengan putri pembesar Majapahit, mendapat gelar Wong Agung Jepara, mempunyai putra Abdul Qodir bin Yunus (Dipati Unus)

- Khaliqul Idrus menikah dengan putri seorang mubaligh Gujarat yang lebih dahulu datang ke tanah Jawa (keturunan Maulana Akbar). Putra Maulana Akbar yaitu Syekh Ibrahim Akbar menjadi pelopor da’wah di Tanah Campa (delta Sungai Mekhong, Kamboja, sampai sekarang masih ada perkampungan Muslim).
Putra Syekh Ibrahim Akbar dikirim ke tanah Jawa, yaitu Raden Rahmat (Sunan Ampel) beserta adik perempuannya lain ibu (asal Campa), menikah dengan Raja Brawijaya Pamungkas (Raja terakhir Majapahit). Mempunyai putra bernama Raden Patah, yang kemudian menjadi Sultan Demak pertama, bergelar Alam Akbar Al-Fatah. Prabu Brawijaya masuk Islam, tapi secara sembunyi-sembunyi

- Raden Abdullah (putra Pati Unus) menikah dengan putri ke III Maulana Hasanuddin (Banten)

- Untuk mengusir Portugis di Malaka th 1511, Demak mempererat hubungan dengan kesultanan Banten – Cirebon, yang masih keturunan Syekh Maulana Akbar dari Gujarat. Karena Sunan Gunung Jati atau Syekh Syarif Hidayatullah adalah keturunan Syekh Maulana Akbar, sedang Raden Patah, ibundanya cucu Syekh Maulana Akbar yang lahir di Campa.
Pati Unus neneknya dari pihak ayah juga keturunan Syekh Maulana Akbar. Pati Unus menikah dengan putri Sunan Gunung Jati, yaitu Ratu Ayu Putri. Setelah Raden Patah mangkat tahun 1518, diganti oleh Pati Unus (menjadi Sultan Demak ke II).
Pati Unus gugur pada ekspedisi jihad ke II th. 1521 ketika mengusir Portugis di Malaka. Panglima perang diganti oleh Fadhullah Khan, disebut Faletehan (Fatahillah). Janda Dipati Unus (putri Sunan Gunung Jati) menikah dengan Faletehan.
Dipati Unus, Sultan Demak II diteruskan oleh adik iparnya Pangeran Tranggono (Sultan Demak III)

- Sumedang Larang, yang pusat pemerintahannya di Kutamaya, dipimpin oleh Prabu Geusan Ulun (1580 – 1608); sepeninggal Geusan Ulun kekuasaan Sumedang Larang diwariskan kepada anak tirinya, yaitu Raden Aria Suriadiwangsa (1608 – 1624). Karena terjepit oleh ketiga kekuasaan (di sebelah timur Mataram, di sebelah barat Banten dan Kompeni), Aria Suriadiwangsa memilih menyerahkan diri ke Mataram, karena ibunya, Ratu Harisbaya, adalah saudara Raden Sutawijaya. Akhirnya Sumedang menjadi kabupaten dibawah Mataram, Aria Suriadiwangsa bergelar Pangeran Rangga Gempol Kusumadinata (Rangga Gempol I, th 1620 – 1624).

- Akibat pemberontakan Dipati Ukur, daerah Priangan dibagi menjadi 4 Kabupaten :

1. Sumedang, Rangga Gempol II
2.Sukapura, Wirawangsa, Umbul Sukakerta, bergelar Tumenggung Wiradadaha
3.Bandung, Astamanggala, Umbul Cihaurbeuti, bergelar Tumenggung Wiraangun-angun.
4.Parakan Muncang, Somahita, Umbul Sindangkasih, bergelar Tumenggung Wira Tanubaya


Bandung, 10 Januari 2008

Disalin oleh : Masna Mulyana

Tgl. 1 Muharam 1429 H
Tahun Jawa 1941 tahun Jim awal

Sumber : Dari Internet dan dari Orang tua.

26 komentar:

Dani mengatakan...

boleh minta pencerahan tentang leluhur sukapura yang nama belakangnya ada Hamdaningrat nya....kalo ada kasih tau saya trus kalo bisa sirsilah lengkapnya kalo ada...tolong di konfirm ke email aja di anselmo_diego@yahoo.co.id

satu lagi mungkin ada leluhur sukapura dengan nama Natadiredja

Anonim mengatakan...

mau bertanya tentang keturunan dari adiwangsa yang diatasnya berhubungan dengan gelar wangsa karena saya salah satu keturunan dari kakek saya bernama baik bin adiwangsa yang tinggal di singaparna, sedang saya cucunya yang tinggal di jakarta dan pernah datang ke makam keturunan sukapura.
jawaban tolong dikirim melalui email saya
huzaifah2009@yahoo.com

giri mengatakan...

terimakasih atas kesabarannya untuk menanti informasi tentang silsilah ini. karena Bpk.masna mulyana tinggal dikota yg berbeda dengan pembuat blog dan kami tidak mengira akan ada pertanyaan tentang silsilah ini.

reza mengatakan...

Assalamualaikum....... tolong dong minta penjelasan dari Rd anggadipa/mama dalem sawidak karna saya salah satu keturunannya ....dari anaknya yang bernama Rd anggadipa/bah arya yang makomnya ada di pasir agin,bogor dari putra pertama nya .....tolong jawaban dikirim ke alamat imel Q pahlevi_reza26@yahoo.co.id tolong yah ......wassalam..........

reza mengatakan...

Assalamualaikum....... tolong dong minta penjelasan dari Rd anggadipa/mama dalem sawidak karna saya salah satu keturunannya ....dari anaknya yang bernama Rd anggadipa/bah arya yang makomnya ada di pasir agin,bogor dari putra pertama nya .....tolong jawaban dikirim ke alamat imel Q pahlevi_reza26@yahoo.co.id tolong yah ......wassalam..........

reza mengatakan...

Assalamualaikum....... tolong dong minta penjelasan dari Rd anggadipa/mama dalem sawidak karna saya salah satu keturunannya ....dari anaknya yang bernama Rd anggadipa/bah arya yang makomnya ada di pasir agin,bogor dari putra pertama nya .....tolong jawaban dikirim ke alamat imel Q pahlevi_reza26@yahoo.co.id tolong yah ......wassalam..........

Anonim mengatakan...

Dear all, saya akan temui bapak masna terlebih dahulu agar tidak salah jawab. jawaban akan dikirim via email.

Anonim mengatakan...

tolaong sejarah jayamangala dan silsilahnya karna kakek sy pernah bercerita bahwa dia msih keturunan dari jayamanggala

Anonim mengatakan...

salam,
Minta informasinya tentang keturunan sukapura yg berdomisili daerah bandung jelasnya padalarang, karena menurut kakek. sya masi keturunan dari sukapura..tolong informasi di kirim ke email mn_0812@yahoo.com

Anonim mengatakan...

saya salah seorang buyut dari eyang Palawijaya(sukaraja)
1.apakah benar eyang Palawijaya adalah salah satu dari putra eyang sawidak ?
2.yang saya dengar eyang Pala adalah seorang yang sangat sabar,ketika tutup usia dari liang lahatnya keluar sinar lafadz Allah&/Nabi Muhammad SAW(wallahu'alam).barangkali ada yang tahu dimanakah makam eyang Palawijaya ?
Mungkin ada yg tahu lebih banyak ,saat ini sy coba selusuri para keturunannya utk bersilaturrahim atau bisa email ke cep_rudi@ymail.com...tks

reza ganesha mengatakan...

saya mau bertanya, saya keturunan dari dalem sawidak, tp saya hanya di kasih tahu oleh nenek saya dan soudara dr nenek saya, maka dari itu saya ingin tahu garis keturunannya dalem sawidak...
punya garis silsilah dalem sawidak ngga, dari yg paling atas sampai keturunan cicit yg skrng masih ada,.,.,.
klo ada kirim ke email saya ya.,.,.,
rezaganesha@rocketmail.com,.,.,.,.
di tunggu infonya

Jeihan Reka Grafis mengatakan...

wah sama dong, kata ibu saya adalah turunan dari dalem sawidak....saya tinggal di bogor, dan ibu saya (alm) turunan dari sukapura mohon informasinya ke hadeesign@yahoo.com

Anonim mengatakan...

Assalamu'alaikum Wr Wb

Dengan tdk mengurangi rasa hormat, Sebelumnya mhn maaf, krn ada beberapa saran dan kritik buat pembuat blog ini :

1. apakah Blog ini masih aktif? krn klo dlihat dari jawaban untuk penanya jaraknya lama bgt trus skali jawaban hrs menunggu konfirmasi dari Bapak masna terlebih dahulu.

2. Apakah Isi dari postingan ini sdh benar & bisa dipertanggungjawabkan? (Maaf) alhamdulillah saya ada Trah dgn Sukapura jd klo menulis Silsilah hrs hati2...

setelah saya baca & perhatikan, ternyata data ini banyak keganjilan :

1. Dari tahun pemerintahan kebupatian banyak yg salah contoh kecil untuk Bupati Sukapura I dsitu tertulis memerintah dari tahun 1641 – 1674 seharusnya 1632–1674... sbgaimana kita ketahui bhw Pemerintahan Sukapura terbagi dalam tiga Periode yakni :
1. Periode Sukapura 1632 – 1628
2. Periode Manonjaya 1829 – 1901
3. Periode Tasikmalaya 1901 - Sekarang

jd tdk mungkin kan dimulainya th. 1641

Lihat http://www.facebook.com/topic.php?uid=268900986891&topic=13599

2. tentang ayah Rd. Wirawangsa darimn dpt data itu? data dari Sukapura.. ayah Rd. Wirawangsa adalah Rd. Entol Wiraha yg ke atasnya sampe Majapahit dan Ibunya adlh Nyai Punyai Agung/ Nyai Gede ke atasnya sampe Padjadjaran

Lihat http://www.facebook.com/topic.php?uid=268900986891&topic=13713 dan http://www.facebook.com/group.php?gid=180141340282&ref=mf#!/topic.php?uid=180141340282&topic=13367

saran saya, sblm mempublikasikan jgn asal copy paste dari wikipedia krn itu blm tentu bnr krn sayapun bisa menulis di web tsb... ok brother...

Wassalam

Anonim mengatakan...

assalamuallaikum...mau minta toLong??boLeh minta urutan nama nama dari garis keturunan'y senopati wiradadaha yang pertama hingga terakhir??& kaLau boLeh tau yg d'makam kan d'garut keturunan yg k'berapa & beLiau siapa saja?beLiau d'makam kan d'garut dimana'y?

Anonim mengatakan...

assalamuallaikum...mau minta toLong??boLeh minta urutan nama nama dari garis keturunan'y senopati wiradadaha yang pertama hingga terakhir??& kaLau boLeh tau yg d'makam kan d'garut keturunan yg k'berapa & beLiau siapa saja?beLiau d'makam kan d'garut dimana'y?tolong informasi lebih lanjut'y...emaiL saya nineteenapril@newyork.com..terimakasih banyak sebeLum'y..AssaLamuaLLaikum

Anonim mengatakan...

assalammu'alaikum, hampunten ngiring ngarewong, kang...kumargi jaman geus robah..silaturahmi bisa jeung papada...Islam dulur kabeh, nu lain islam ajeneun kabeh, hade-hadena jalma nu bisa "tilem" hirup mere mangpaat ka alam nu geus jadi indung, kalangit nu geus jadi bapa tur bisa nyaah ka rahayat kabeh. wassalam....

Anonim mengatakan...

Assalamu'alaikum, Wr.Wb.
Nasab/keturunan dalam Islam sangat diperhatikan, mudah-mudahan kita mampu berbuat lebih baik dari leluhur kita,dan tidak membuat kita takabur karena keturunan, salam dari kami, ket. eyang jaya dipa, cibalong, salah seorang trah eyang dalem sawidak (kata kakek)

Anonim mengatakan...

Askum, saya salah satu keturunan dari Sukapura dari pihak Bapak maupun dr pihak ibu dua2nya dari ketrunan Dalem Sawidak, dan Kakek saya dari Bapak juga pernah menjadi Bupati Tasikmalaya sekitar tahun 50 an, mohon pada penulis di teruskan silsilah Bupati Sukapura yg sekarang menjadi Tasikmalaya, terimakasih atas bantuannya. E-mail saya : oshin_tampo@yahoo.co.id

Anonim mengatakan...

maaf sebelumnya bagi pembuat blog ini, soal silsilah kayakmya saya kurang faham soalnya kata alm kakek ayah saya keturunan eyang dalem sawidak tapi juga keturunan Prabu Kian Santang dan sampai sekarang kakek masih "dijaga"/"berteman" dengan harimau putihnya eyang Prabu Kian santang, Trim.s

acis mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
acis mengatakan...

Assalamu'alaikuum...

Ampun paralun hampura sateuacana bilih aya kalepatan, abi bade tumaros kasadayana katurunan SUKAPURA, di Karawang tepatna Desa Pulokalapa Kecamatan Lemahabang aya makam Raden Somaredja alias Ayah Dji'in nu mendakan Makam Waliyallah Syekh Qurotul'ain sareng Kiyai Tolkha alias Kiyai Tolakoh dina raraga ngemban tugas milarian makom Guru Besar Syekh Quro ti Wali Songo Sunan Gunung Jati.

Saur sepuh abi, Raden Somaredja katurunan ti SUKAPURA, punten sanes akuakuan mung hoyong terang leres atanapi henteuna ?

Upami enya leres katurunan SUKAPURA garis katurunannana ti Raden naon ?

Hatur nuhun...

Wassalam.

Walerana diantos ka email (acisakmarudin@yahoo.co.id)

Vega Karwanda mengatakan...

Sampurasun,

Manawi kersa urang ngaguar PANCAKAKI kanggo ngaraketkeun kawargian, silsilah Prabu Haur Kuning, kawargian sunda, dsb. di www.silsilah.sanghyangkunning.com

Anonim mengatakan...

halo semuanya,,,

yang butuh informasi tentang sukapura dan lainnya msh berhubungan bisa ikut TWM (Tatali Wargi Manonjaya) KWS (Kempeulan Wargi Sukapura) mungkin silsilah dan pancakaki bisa didapatkan informasinya disana.

terima kasih.

Ridwan Musa mengatakan...

Assalamualaikum,
Mau konfirmasi pangeran Anggadipa/ Raden Mas Rangga Dipa yg dimaksud disini apa sama dgn Pangeran Anggadipa adipati keraton sumenep pd thn 1622-1644? Ini link nya : http://disbudparpora.sumenep.go.id/pariwisata/id/index8127.html?s=w&m=2&id_b=34

Karena dikatakan ayah dari Adipati Sumenep Raden Mas Angga Dipa ada anak dari bupati Jepara saat itu. Dan pada th 1622-1644 yg jadi bupate Jepara adalah Kyai ngabehi wangsadipa.

Mohon pencerahan pak..terimaksih

raga putra mengatakan...

Assalamualaikum.
Maaf mau nanya siapa tau ada yang tau tentang eyang aki wangsa dari singaparna .beliau hidup kisaran tahun 1950-1950M kurang jelas tepatnya berapa. Dan beliau mempunyai 2 istri , istri pertama janda bernama nini acih dr singaparna dan tdk mmpunyai kturunan dàn istri kedua gadis dan mempunyai keturunan.. dan saya keturunan dari istri pertama walaupun tdk ada hub darah langsung.. kata bapak beliau selalu bertiga .aki wangsa dan kakaknya menjadi siliwangi bersama ponakan yg wujud manusia. Dan aki wangsa kakinya pincang karena suatu kejadian d subang..saya kezulitan mencari silsilah nya karena info yg sedikit n nama yg kurang detile. .mohon untuk yang tahu bisa share aja bisa inbox ke nana.poink@gmail.com .. siapa tau kita saudara .. trimakasih dulu semua

Asep Shaka mengatakan...

sampurasun.
Haturan ka sadaya wargi, abdi aya pamundut :
1. Mnwi uninga katurunan raja sukapura (nu di wilayah cidamar/sindangbarang/pagelaran/cilin = ayna lbt ka kab cianjur +bandung barat).
Salahsawios lungsuran ti sukapura di wilayah eta nyaeta Raden Dalem Rangga (makamna di astana nyungcung,kec rongga, KBB) anu silsilahna :
a} Raden Dalem Rangga >>>Raden Prawiradirja+Raden Lurah Bintang+rayi/raka na>>>Raden Bratadirja+Raden Kusumadirja+rayi2na.
b} Raden Bratadirja>>Raden anggadirja/gentos nami sabada munggah haji=R.H.Fahruddin. +rayi2 na.
c} RH.Fahruddin>>R.E. Kosasih+R.M.Abdulhalim+R.A. Suhara/ gentos nami sabada munggah haji=H.Ahmad Muhaemin/nami singkatan raden (R)teu dicantumkeun deui.
d} R.A. Suhara/H.A. Muhaemin>>simkuring+6 rayi2.

2. Manawi aya nu uninga laratan silsilah ti R.Dalem Rangga ka luhur (^) dugi ka wiradadaha, diantos ibarna.

Hatur nuhun, sampurasun

Nami pribados : Asep Kuswandarsyah
Alamat : Jl. Raya Ds. Bojong no 27, kec Rongga, Kab Bandung Barat. kode pos 40566
email : asepshaka44@gmail.com
Website : www.shaka.com